🥋 Pandangan Alquran Tentang Penyaliban Nabi Isa As Adalah
AyatQur'an yang menjelaskan tentang Pandangan al-Qur'an terhadap Isa berada pada surat sebagai berikut: Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah menjadi Pemelihara. [383] Maksudnya : janganlah kamu mengatakan Nabi Isa a.s. itu Allah, sebagai yang dikatakan oleh orang
Selama berabad-abad tiga agama Ibrahim; Yahudi, Kristen dan Islam mempunyai pandangan yang berbeda-beda tentang sosok Nabi Isa as, dalam berbagai bidang dan sisi adalah peristiwa yang paling kontroversial dalam kehidupan Yesus/Nabi Isa as. Catatan-catatan tentang Penyaliban berbeda satu sama lain diantara agama-agama Ibrahim tersebut. Apa yang terjadi pada saat proses Penyaliban, dan peristiwa-peristiwa yang mengikutinya setelah itu, telah membuat orang terpecah belah, yang seringkali pahit, sejak abad pertama. Pandangan Yahudi Pandangan Yahudi di zaman Yesus sederhana; Yesus telah dijatuhi hukuman mati di atas kayu salib dan telah berhasil dieksekusi oleh pasukan Romawi, sehingga batal-lah pesan ke-almasihan-nya. Ia adalah Almasih yang palsu dan bukan sosok yang mereka tunggu. Di zaman ketika pemberontakan kaum Yahudi sering dipatahkan oleh orang-orang Romawi [misalnya Aquaduct Riots di awal pemerintahan Pontius Pilatus], Yesus menjadi sosok yang lain. Sampai hari ini orang-orang Yahudi masih menunggu kedatangan Almasih mereka. Sebuah simbol yang paling nyata dari penderitaan mereka adalah doa umum yang selalu dipanjatkan di Tembok Ratapan, yang dianggap bagian dari Bukit Bait Suci Kedua Second Temple Mount yang dibangun kembali oleh Herodes yang Agung di Yerusalem. Dinding tersebut telah diberi nama berdasarkan laporan dari abad ke 19 oleh para wisatawan Eropa yang sering menyebut tembok tersebut sebagai tempat meratap orang-orang Yahudi’. 1 Tempat ini juga disebut sebagai tempat dimana orang-orang Yahudi datang untuk meratapi kehancuran Bait Suci Kedua, yang terjadi sekitar 70 Masehi. Lebih dari 3000 tahun setelah Musa, orang-orang Yahudi masih belum menerima kebenaran Almasih, meskipun beberapa minoritas kelompok Yahudi telah menerima Yesus sebagai Almasih mereka. Pandangan Kristen Ayat Alkitab berikut menunjukkan arti pentingnya Penyaliban dan Kebangkitan dalam teologi Kristen; ayat ini diambil dari salah satu surat Paulus yang ada dalam Perjanjian Baru “Tetapi andaikata Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah pemberitaan kami dan sia-sialah juga kepercayaan kamu.”2 Keyakinan umat Kristiani terhadap Penyaliban adalah melalui kematian dan kebangkitan Yesus umat manusia telah diselamatkan dari Dosa Warisan Adam dan Hawa. Inilah aspek utama dari Doktrin Penebusan Dosa, pokok keyakinan umat Kristen. Dalam film dokumenter BBC Did Jesus Die?” Friar Jerome Murphu O’Connor menekankan pentingnya Penyaliban dan Kebangkitan. Ia mengatakan tentang Kebangkitan “..hal yang sangat fundamental bagi iman Kristiani dan saya tidak meragukannya dan akan selalu seperti itu…” 3 Pandangan Islam Abad ke-7 Masehi, saat Islam muncul di Semenanjung Arab, kedudukan Nabi Isa as menjadi sosok yang ditekankan dan banyak diulang di dalam Al-Qur’an. Kita jumpai terdapat 25 kali penyebutan tentang Nabi Isa as dan salah satu Surah Al-Qur’an telah didedikasikan untuk ibunda beliau, Siti Maryam Surah 19 – Surah Maryam Berkaitan dengan Penyaliban, ayat-ayat Al-Qur’an tegas menolak tentang kematian Nabi Isa diatas kayu salib. Walaupun ayat ini telah ditafsirkan secara berbeda-beda. Pada umumnya pandangan Islam adalah meyakini bahwa Nabi Isa tidak dinaikkan di tiang salib melainkan diangkat ke langit dan orang lain menggantikannya di tiang salib – ini hanyalah salah satu dari berbagai pandangan tentang peristiwa tersebut. Al-Qur’an menjelaskan tentang Penyaliban ini bahwa bahwa orang-orang Yahudi tidaklah membunuh Nabi Isa as. “Dan ucapan mereka, “Sesungguhnya kami telah membunuh Al-Masih, Isa Ibnu Maryam, Rasul Allah swt.,” padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak pula mematikannya di atas salib, akan tetapi ia disamarkan kepada mereka. Dan, sesungguhnya orang-orang yang berselisih dalam hal ini niscaya ada dalam keraguan tentang ini; mereka tidak mempunyai pengetahuan yang pasti tentang ini melainkan menuruti dugaan; dan mereka tidak membunuhnya dengan yakin. 4157 Tetapi ayat ini telah ditafsirkan dalam dua versi yang yang sangat berbeda “Tetapi, Allah telah mengangkat Isa kepada-Nya. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. 4158 Kalangan Islam pada umumnya berpandangan bahwa tubuh Nabi Isa as telah diangkat ke langit. Sedangkan ulama lainnya menafsirkan bahwa Allah telah memuliakan Nabi Isa as dalam hal kedudukannya, dengan menyelamatkannya dari kematian terkutuk di tiang salib. Selamatnya Nabi Isa dari Penyaliban Adalah Pandangan Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad yang mengatakan bahwa Nabi Isa tidak mati saat Penyaliban, tetapi ia selamat dari percobaan tersebut. Ketika kita membaca ayat-ayat Al-Qur’an dengan pengertian ini kita akan menemukan arti yang lebih rasional dan jauh dari pemahaman supranatural. Begitu juga dengan penafsiran ini kitapun juga bisa mencocokkan riwayat Al-Qur’an dan Alkitab dan nampak keduanya menunjukkan kisah yang sama. Pandangan tentang Nabi Isa selamat dari Penyaliban bukanlah yang baru. Dalam dunia ilmiah pandangan ini dikenal dengan the Swoon Theory yang sudah dikenal di kalangan ilmiah sejak 1780. Di zaman modern sekarang, ide ini telah mendapatkan penerimaan dan cakupan yang lebih luas di kalangan akademisi, dokumenter dan film. Elain Pagels Professor Elain Pagels, Profesor Agama di Universitas Princeton, berkomentar tentang teori ini, ia menyatakan “Ada banyak versi dari cerita ini, salah satunya terdapat di dalam sebuah buku tahun lalu The Passover Plot yang menunjukkan bahwa Yesus telah dibius diberi obat penenang di kayu salib, sehingga ia diturunkan lebih awal dan karena itulah ia bisa selamat, tentu saja ini adalah sebuah kemungkinan.” 4 Ini adalah satu-satunya pandangan yang berdasarkan Al-Qur’an dan Alkitab yang keduanya mungkin saja benar dalam riwayat tentang peristiwa penyaliban. Terdapat banyak petunjuk dalam Perjanjian Baru bahwa Yesus selamat dari Penyaliban Muslim Herald, Edisi Khusus, vol. 18, No. 6, Juni 1978 Dr Jamers Tabor Dalam dokumenter BBC yang sama, Dr James Tabor, Ketua Depertemen Studi Agama di Universitas North Carolina, menjelaskan lebih dalam tentang peristiwa yang terjadi 2000 tahun yang lalu. “Ketika kalian memperhatikan kisah Yesus dan bagaimana beliau dieksekusi oleh pasukan Romawi, beliau berada di tiang salib selama enam jam, asumsinya adalah ia sudah mati. Para prajurit Romawi memerika tubuh beliau. Ada dua orang lainnya yang disalibkan, yang sesuai dengan kisah Injil mereka kemudian dipatahkan kakinya untuk mempercepat kematian mereka, karena akan memasuki hari sabat. Saat mereka menghampiri Yesus mereka menyatakan beliau telah mati. Hal itu nampaknya karena tubuh beliau sudah tidak bergerak lagi dan sudah berhenti bernafas. Mereka kemudian mengurus tubuhnya dan menempatkannya di dalam kubur dan diperkirakan semua tertutup, dan untuk tujuan praktis beliau sudah mati – pertanyaanya adalah, apakah beliau sudah mati secara klinis? Dr Tabor selanjutnya menjelaskan bahwa terjemahan yang lebih baik untuk Resurrection kebangkitan adalah resusciatation Penyadaran kembali. Ia lebih lanjut menjelaskan hal ini dengan mengatakan “Kami memiliki cerita-cerita, baik di dunia modern ataupun dunia kuno, tentang orang-orang yang tampak mati dan untuk penjelasan praktisnya memang telah mati – yaitu mereka sudah tidak merespon lagi dunia luar – tetapi pada kenyataannya kemudian mereka bangkit kembali. Kami menyebutnya ini sebagai proses resusitasi, tetapi jika Anda ingin membahasakannya maka hal itu akan disebut Resurrection’ kebangkitan.” Perlu dijelaskan disini bahwa Dr James Tabor sendiri tidak memiliki keyakinan bahwa Nabi Isa as selamat dari Penyaliban. Dr Tabor menjelaskan hal ini di dalam bukunya, The Jesus Dynasty, dan di dalam korespondensi pribadinya, bahwa keyakinannya adalah Nabi Isa as mati diatas tiang salib bukan selamat dari Salib. “Ada yang mengatakan bahwa Yesus kemungkinan belum mati secara klinis, tetapi ia telah mengalami beberapa keadaan koma dan kemudian ia pulih… Saya pikir kita tidak perlu meragukan lagi bahwa dengan di eksekusinya Yesus melalui Penyaliban oleh tentara Romawi, ia benar-benar telah mati.” 5 Hal ini nampaknya berkaitan dengan penelitian Dr Tabor yang dipublikasikan secara internasional, 1st Century tomb in Jerusalem yang dikenal sebagai Makam Talpiot dan lebih populer sebagai The Jesus Family Tomb’. Komentar di makam ini berada diluar lingkup artikel ini. Holger Kersten Teolog lain yang menulis tentang pendapat ini adalah seorang ilmuwan Jerman Holger Kresten. Kersten terkenal karena bukunya The Jesus Conspiracy yang berani mengatakan bahwa Kain Kafan dari Turin adalah bukti nyata bahwa Nabi Isa as tidak mati di tiang salib dan penentuan berapa umur kain kafan tersebut sengaja telah disabotase oleh Gereja Katolik untuk menutupi fakta ini. Materi ini akan dibahas di artikel mendatang, tetapi beberapa penelitian Kersten tentang Penyaliban ini cukup bernilai disini. Kersten menyoroti beberapa faktor menarik dari peristiwa Penyaliban yang mendukung pendapat bahwa Nabi Isa as telah selamat. Salah satu bagian dari analisa yang dilakukan oleh Holger Kersten, bersama dengan rekan penulisnya Elmar R. Gruber adalah berfokus pada penjelasan tentang Penguburan Nabi Isa as dan ruangan makam Nabi Isa. Kersten dan Gruber mengutip Injil untuk mendukung tesis mereka; bahwa Penguburan Nabi Isa as tidak pernah sampai selesai. “Yesus tidak diletakkan di dalam ruangan dalam posisi memotong tegak lurus dengan dinding batu makam. Tetapi diletakkan diatas permukaan batu atau balkon terbuka. Pada pagi hari kebangkitan’, Maria Magdalena melihat malaikat berpakatian putih, yang mana mereka disebutkan yang seorang duduk di sebelah kepala’ dan yang lain di sebelah kaki, ditempat tubuh Yesus terbaring’ Yohanes 2012. Yesus tidak ditempatkan membujur keatas, karena jika demikian, tidak ada yang bisa duduk dapat duduk di sebelah kepala… …Yohanes mengatakan bahwa murid setia Yesus berlari kearah kuburan 205 dan menjenguk ke dalam dan melihat kain kafan terletak di tanah. Maria Magdalena menjenguk ke dalam dan melihat ke kuburan’ 2011, dan melihat dua malaikat disamping Yesus terbaring… penjelasan ini mendukung asumsi kami bahwa penguburan Yesus belum selesai. Jika ia sudah terbaring, tempat tersebut tidak akan terlihat lagi dari pintu masuk makam. 6 Setelah itu, Kersten dan Gruber menguraikan penjelasan tentang ratusan kilogram gaharu dan mur yang digunakan pada tubuh Yesus yang dibawa oleh Yusuf dari Arimatea dan Nikodemus. Mereka membahas tentang sifat medis ramuan tersebut, dimana hal itu telah dibahas secara detail oleh Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad di dalam bukunya Masih Hindustan Me Almasih di Hindustan. Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad menjelaskan bagaimana herbal tersebut digunakan untuk menghasilkan salap khusus yang kemudian disebut Marham Isa. Pendapat Ulama Islam tentang Penyaliban Dua ulama modern yang mendukung teori pingsan’ The Swoon Theory ini adalah Ahmed Deedat dan Shabir Ally. Kedua ulama ini tidak mendukung klaim Jamaah Muslim Ahmadiyah dan Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad, tetapi mereka berdua dengan tegas mendukung pandangan bahwa Nabi Isa as selamat dari penyaliban, hal yang bertentangan dengan Islam ortodok pada umumnya. Ahmed Deedat Ahmed Dedaat menulis sebuah buku yang berjudul. Crucifixion or Cruci-fiction, dimana pandangan mendukung bahwa Nabi Isa as tidak mati di tiang salib, melainkan beliau selamat dari Penyaliban. Deedat menjelaskan argumen-argumen umum yang disajikan untuk mendukung teori pingsan seperti waktu yang singkat proses Penyaliban, Tanda Nabi Yunus as, dan Nabi Isa as makan dan minum setelah penyaliban. Selain itu Deedat juga merangkum koleksi cerita-cerita unik dari berbagai media tentang orang-orang yang memiliki pengalaman seperti peristiwa kebangkitan Gadis kecil yang telah mati’ bercerita bagaimana ia hidup kembali seletelah 4 hari – “Daily News” 15/11/55 Seorang pria yang telah mati selama dua jam ternyata masih hidup – “keajaiban” yang mengherankan para dokter – Sunday Tribune, 27/3/60 Ia telah mati selama 4 menit – jantungnya telah berhenti tetapi ia masih hidup – Sunday Express, 23/7/61 Dia tidak tahu kalau ia telah meninggal selama 90 detik – Cape Argus, 16/3/61 Dr. Hitge kembali dari kematian – Cape Argus, 4/5/61 Peti mati perpindah – Seorang pemuda tidak jadi dikubur hidup-hidup – Sunday Tribune, 13/5/62 Kembali dari kematian – setelah disangka mati selama 2 hari – Post, 25/7/65 “Mayat” mengedipkan matanya pada pengurus pemakaman – dokter menulis sertifikat kematian – Daily News, 25/3/75 “Secara klinis telah mati” – seorang balita hidup kembali setelah satu jam perjuangan hidup – Natal Mercury, 5/12/82 Apakah dia mati atau hidup? Dilema yang dihadapi dokter transplantasi Sunday Tribune, 17/7/83 Berguncang dan bangkit – Dinyatakan mati secara klinis karena terlalu banyak minuman keras Natal – Daily News, 3/1/84 7 Ahmed Deedat sangat disegani dalam berbagai dialog Kristen-Islam dan debat publik. Gayanya yang tanpa kompromi membuatnya banyak pendukung dari berbagai sekolah pemikiran Islam dan juga dari para lawan. Memiliki pandangan yang tampaknya mendukung Ahmadiyah tentu akan menarik perhatian dan kritik dari Muslim dan Kristen lainnya. Salah satu kritik tersebut adalah dari Mohammed Bana dari Afrika Selatan “Deedat gemar memberikan kuliah tentang denominasi lain, tetapi sangat jarang tentang Islam. Dia tampaknya memiliki satu pandangan khusus yaitu tentang Penyaliban Yesus. Dalam kuliah-kuliahnya ia hampir tidak memberikan pandangan dari sudut pandang Islam, ataupun sudut pandang Kristen, sehingga membingungkan para pendengarnya. Saya yakin ia suka menyenangkan kelompok Qadiani di negeri ini dengan sebagian besar memberikan pandangan mereka bahwa Yesus, setelah dinaikkan di tiang salib, kemudian pingsan. Sekarang mengapa Deedat memberitahu pendengarnya bahwa Yesus pingsan setelah disalibkan, karena tidak satupun di dalam Al-Qur’an disebutkan tentang Yesus disalibkan dan pingsan. Hanya Deedat yang dapat menjelaskan kepada kita apakah dia tengah berkotbah tentang doktrin Kristen, doktrin Islam atau doktrin Qadiani. 8 Kritikan lainnya berasal dari John Gilchrist, seorang apologis Kristen dan salah satu penulis dari situs Answering Islam’. Gilchrist menulis “Kami tak pernah berhenti bertanya-tanya mengapa Ahmed Deedat terus mengangkat isu teori bahwa Yesus memang telah disalibkan tetapi selamat dari kematian salib. Keheranan kami muncul dari dua pertimbangan. Disatu sisi sisi pandangan ini hanya dipegang oleh aliran sesat sekte Islam Ahmadiyah dan mereka dikecam oleh Kristen maupun Islam. 9 Shabir Ally Shabir Ally adalah Presiden Islamic Information and Dawah International Centre yang berpusat di Toronto, Kanada. Shabir Ally mendapatkan gelar BA dan MA dalam studi Agama dan saat ini sedang mengejar gelar PhD serta menjadi Imam dan pembawa acara TV mingguan berjudul Biarkan Al-Qur’an Bicara’ Let the Qur’an Speak Di awal-awal debat-debat dengan banyak sarjana Kristen yang terkenal, Shabir Ally memposisikan diri dengan berpendapat bahwa Nabi Isa as tidak pernah dinaikkan di tiang salib, melainkan orang lain menggantikannya di tiang salib. Belakangan, dalam debat-debat publiknya, Shabir telah mengubah pendekatannya dengan posisi mendukung pandangan Ahmadiyah bahwa Nabi Isa as telah selamat dari Penyaliban. Bagi pihak Kristen, ini adalah titik serangan mereka melawan Ally mengapa ulama tersebut mendukung pandangan yang dimiliki oleh sekte yang dianggap sesat oleh Muslim ortodoks? Dalam sesi tanya jawab setelah pembicaraan di Universitas Toronto, seorang kristen apologis, Tony Costa Junior, mengajukan keberatan ini terhadap Ally. Meskipun Shabir menjelaskan bahwa ia percaya dengan selamatnya Nabi Isa di tiang salib, tetapi menolak klaim Ahmadiyah bahwa Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad telah menggenapi nubuatan tentang kedatangan Almasih kedua kali, ia secara terbuka mengakui “Saya telah melihat berbagai penjelasan yang umumnya diikuti oleh Muslim Sunni, bahwa ada orang lain yang telah menggantikan Nabi Isa as di kayu salib, dan saya telah menyaksikan bahwa meskipun terdapat berbagai macam penjelasan, para komentator tidak sependapat khususnya tentang apa yang sebenarnya terjadi pada saat itu dan bagaimana pergantian tersebut dilakukan. Dan tampaknya mereka mengikuti pendapat yang berasal dari Irak, menurut sebuah analisa yang baik oleh seorang Neal Robinson, yang sekarang telah menjadi Muslim, dalam bukunya Kristus Dalam Islam dan Kristen… Terdapat rencana untuk membunuh Nabi Isa as tetapi mereka tidak berhasil membunuhnya dan tidak pula menyalibkannya, menyalibkannya dalam arti membunuhnya melalui penyaliban. Itu adalah definisi yang telah dijelaskan dalam Tafsirul-Qur’an oleh Abdul Majid Daryabadi, yang merupakan Tafsir Al-Qur’an Sunni. Jadi saya tetap dalam posisi saya dan tidak mengubahnya, tetapi itu hanya penafsiran. Dalam korespondensi saya pribadi dengan Shabir Ally, ia menjelaskan kepada saya pandangannya dalam kalimat berikut “Dalam pandangan Sunni, akhir dari Nabi Isa as adalah misteri. Tafsir umum dari Al-Qur’an 4157 hampir semuanya menafsirkan bahwa orang lain yang disalibkan. Tetapi beberapa penafsir modern bersedia menerima bahwa yang dimaksudkan sebenarnya adalah Nabi Isa as tidak mati di tiang salib. Dan sepertinya menurut saya pendekatan terakhir lebih benar.” Setelah mengatakan itu ia dengan dengan cepat menambahkan “Tahun lalu saya telah membaca buku Yesus Wafat di Kashmir dan yang terbaru adalah buku Yesus di India. Saya harus mengatakan bahwa saya tidak menemukan hal yang meyakinkan. Bagi saya Keyakinan bahwa Nabi Isa as selamat dari tiang salib tidak berarti bahwa ia melakukan perjalanan ke luar Palestina. Saya tidak tahu apa yang akhirnya terjadi pada sosok Nabi Isa as.” Meskipun secara terbuka ia menjauhkan diri dari pendapat Muslim Ahmadiyah dan Mirza Ghulam Ahmad, Shabir Ally telah menyatakan bahwa posisinya tentang Penyaliban adalah sesuai dengan pandangan yang diungkapkan oleh Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad dan diyakini oleh para Ahmadi Muslim. Nubuatan Mematahkan Salib’ di Akhir Zaman Simbolisme Penyaliban, khususnya Salib’ menarik disebutkan secara khusus dalam tradisi Islam dalam kaitannya dengan kedatangan Almasih kedua kali. Di dalam Sahih Bukhari beberapa kali disebutkan bahwa Nabi Isa yang akan datang akan memecahkan Salib “Diriwayatkan dari Abu Hurairah Rasulullah saw bersabda “..akan semakin dekat waktu turunnya kepada kalian Isa bin Maryam sebagai pemimpin yang adil, dia akan menghancurkan salib, membunuh babi, menghapus upeti, dan hartapun semakin berlimpah, hingga tidak ada seorangpun yang mau menerimanya sebagai penerima zakat” 10 Penafsir Islam umumnya menyatakan bawha nubuatan ini dimaknai secara literal, yaitu memecahkan semua salib dalam arti sebenarnya. Khalifah Ahmadiyah IV, Mirza Tahir Ahmad, menjelaskan pandangan lain, yang jika ditafsirkan seperti itu akan terdapat kejanggalan. “Ia akan mulai meluncurkan kampanye melawan Kristen. Strateginya adalah dengan mematahkan setiap salib di dunia, yaitu benda apapun yang berbentuk salib. Ia akan mendatangi setiap katedral, setiap biara, tiap gereja dan kuil dan pertapaan Kristen. Ia akan menyusuri setiap jalan di tiap kota dan memperhatikan setiap orang yang lewat untuk mencari salib. Wanita mungkin akan menjadi sasaran utama pengawasan karena ia akan menyadari kebiasaan mereka yang jelek yang memiliki ukiran salib pada perhiasan dan ornamen mereka. Ia juga mengawasi mereka yang juga memakai kalung salib yang menggantung di leher mereka. Sehingga ia akan merebut semua kalung, gelang, liontin dan anting-anting yang bertanda salib. Malang benar para wanita yang lewat di depan Yesus tersebut, tetapi kemana mereka bisa bersembunyi? Sosok tersebut akan memasuki setiap rumah, mencari ke laci-laci lemari dan kotak perhiasan. Setiap dinding dan sudut rumah akan dia perhatikan. Salib harus dihancurkan dan dimusnahkan dari muka bumi ini. Ia tidak akan mati Sebelum tugas ini selesai. Inilah pandangan ortodoksi Muslim tetang misi Nabi Isa as jika ia kembali ke bumi ini. 11 Penjelasan tentang maksud sebenarnya dari permisalan ini telah dijelaskan secara rinci oleh Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad dan penggenapan dari nubuatan ini sangat jelas nampak dalam kehidupan kita. Beliau menjelaskan tentang “Mematahkan Salib “Hadits ini tidak berarti bahwa Nabi Isa yang dijanjikan akan membunuh orang-orang kafir dan mematahkan salib; melainkan, mematahkan salib itu maksudnya adalah pada masa tersebut Tuhan langit dan Bumi, akan menzahirkan hakikat tersembunyi, yang dengan itu seluruh struktur salib hancur seketika. …Sesuai dengan janji itu ia muncul sebagai Almasih yang dijanjikan. Kemudian tibalah saat untuk menghancurkan salib, yaitu masa dimana kesalahan-kesalahan akidah salib akan disibakkan seperti sepotong kayu dipatahkan menjadi dua. Jadi sekarang Langit telah membukakan jalan bagi penghancuran Salib, sehingga para pencari kebenaran dapat bangkit dan mencari. 12 Kesimpulan Di zaman modern ini adalah eranya komunikasi digital satelit dan internet serta kebebasan beragama telah menyebar dengan luas, doktrin Penyaliban dan akidah Salib’ telah banyak dipertanyakan yang mana belum pernah terjadi sebelumnya. Banyak stasiun televisi yang menampilkan dokumenter dan film yang menyajikan bukti-bukti dimana keyakinan kaum Kristiani tentang Penyaliban dan Kebangkitan adalah keliru. Yang terbaru adalah film dokumenter yang berjudul Jesus in India’ yang diproduksi dan disutradarai oleh Paul Davids. Film yang berfokus pada pertanyaan tentang dimana Nabi Isa as menghabiskan kehidupannya antara usia 12 dan 30 tahun, jejak investigasi membawa sang eksplorer film Edward T Martin ke India dan akhirnya sampai ke makan Rozabal di Kashmir. Film ini juga mengeksplorasi pandangan-pandangan tentang selamatnya Yesus dari proses Penyaliban. Setelah hampir 2000 tahun diliputi kebingungan dan misteri tentang penyaliban kehidupan Nabi Isa as, muncullah penjelasan dan analisa rinci yang disampaikan oleh Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad. Menggabungkan wahyu Ilahi dan ilmu pengetahuan, kajian dari berbagai agama dan budaya, Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad telah meletakkan titik terang terhadap peristiwa ini. Buku beliau Masih Hindustan Me Jesus in India telah meletakkan dasar-dasar penelitian yang membawa pada tahap saat ini, memerika bukti-bukti seputar perjalanan Nabi Isa as ke India. Tulisan ini telah diakui oleh para cendikiawan sebagai teks pertama yang menghubungkan kehidupan Nabi Isa di Palestina dan selamatnya beliau di tiang salib dengan perjalanan Nabi Isa ke Timur sampai akhirnya dimakamkan di Srinagar, Kashmir. Masih banyak perdebatan seputar permasalahan ini, tetapi kami melihat bahwa karya ilmiah dari seorang yang berasal dari desa kecil di India kini telah menjangkau khalayak masyarakat di seluruh dunia, dan orang-orang yang menentang Ahmadiyahpun kini mulai mengakui kebenaran beberapa keyakinan dan pernyataan berani yang sangat kontroversial tersebut sampai saat ini. Menghilangkan kegelapan dan kebingungan seputar Nabi Isa as telah dirangkum oleh Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad dengan mengatakan dalam bukunya Jesus in India “Akan tetapi sekarang, kegelapan tidak akan ada lagi. Malam telah berlalu dan berganti siang. Beberkatlah dia yang sekarang tidak luput lagi. Referensi 1. Modern Jerusalem, City of the Great King, James Turner Barclay, 1858, Challen, pp 493. 2. Bible, 1 Corinthians 1514 3. Did Jesus Die?’, BBC4/ Wild Planet Productions. 4. ibid. 5. The Jesus Dynasty Dr. James Tabor, Harper Element, London 2006, 6. Jesus lived in India, Holger Kersten, Element Books, London 1991, 7. Crucifixion of Crucifiction, Ahmed Deedat, Islamic Book Services, 2001, Chapter 9 – Ressurections Daily!” 8. Mohammed Bana, Allegations Confirmed, 9. The Crucifixion of Christ A Fact, not Fiction, John Gilchrist, 10. Sahih Bukhari, Volume 3, Book 43, Number 656, 323425 and 455657 and Sunan Abu Dawud book 37, number 4310 11. Revelation, Rationality, Knowledge and Truth, Hadhrat Mirza Tahir Ahmadru, Islam International Publications Ltd, Tilford 1998, Part 7, Section 3. 12. Jesus in India, Hadhrat Mirza Ghulam Ahmadas, Islam International Publications Ltd, Tilford 1989. 13. Official website * Penulis adalah peneliti Alkitab dan Editor website Tomb of Jesus, belum lama ia diwawancarai untuk film garapan Paul Davids – Jesus in India’ – yang pertama kali ditayangkan di Sundance Channel.
Seringkalikita menemukan kristen yang begitu naif menganggap bahwa Tuhan HARUS dapat dilihat seperti contohnya, Yesus. Sosok anak manu
loading...Nabi Isa alahissalam disebut dalam Al-Quran sebanyak 21 kali, disebut Al-Masih 11 kali, disebut Ibn Maryam 23 kali. Foto Ilustrasi/Ist Nabi Isa 'alaihissalam bernama Isa ibni Maryam atau dikenal dengan Isa Al-Masih . Nabi Isa sekitar 1-32 Masehi merupakan seorang Rasul yang dikaruniai banyak mukjizat oleh Allah Ta'ala. Nabi Isa disebut dalam Al-Qur'an sebanyak 21 kali, disebut Al-Masih 11 kali, disebut Ibn Maryam 23 kali. Bagi umat Kristen, Nabi Isa disebut dengan Jesus Christ Yesus Kristus. Sedangkan orang Kristen Arab menyebutnya dengan Yasu' Al-Masih. Dalam bahasa orang Yahudi yaitu bahasa Ivrit atau Ibrani, Nabi Isa disebut Yeshua.[Baca Juga Beginilah Sakaratul Maut dan Kisah Nabi Isa Menghidupkan Orang Mati 1] Kisah tentang Nabi Isa yang kemudian berlanjut dengan pengangkatannya sebagai utusan Allah. Beliau mendapat penolakan dari Bani Israil dan berupaya membunuhnya sehingga Allah Ta'ala mengangkat Nabi Isa ke Al-Qur'an, Allah menegaskan bahwa Nabi Isa tidaklah dibunuh atau disalib sebagaimana disebut kaum musyrikin. Adapun yang mereka salib adalah orang yang wajahnya diserupakan Allah Ta'ala seperti Nabi Isa. Para ulama mengatakan, orang yang diserupakan itu ialah muridnya yang berkhianat bernama Yudas Iskariot. Al-Qur'an menceritakan tentang kenabian Isa. Berkata Nabi-Isa "Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku kitab suci Injil dan Dia menjadikan aku seorang Nabi, dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku mendirikan shalat dan menunaikan zakat selama aku hidup; dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka. Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali". Itulah Isa putra Maryam, yang mengatakan perkataan yang benar, yang mereka berbantah-bantahan tentang kebenarannya. Tidak layak bagi Allah mempunyai anak, Maha Suci Dia. Apabila Dia telah menetapkan sesuatu, maka Dia hanya berkata kepadanya "Jadilah", maka jadilah ia." Surah Maryam Ayat 30-35Ditanya Tentang Ketuhanan Nabi Isa Sikap Bani Israil yang mempertuhankan Nabi Isa dan ibunya dan ketika orang-orang Nasrani berkata "Sesungguhnya Allah adalah satu dari tiga." Maka Allah meminta pertanggungjawaban Nabi Isa tentang hal itu. Allah berfirman kepada Nabi Isa dan sesungguhnya Allah Maha Tahu. Kemudian Nabi Isa berlepas diri dari ucapan tersebut. Berikut jawaban Nabi Isa sebagaimana diabadikan Al-Qur' قَالَ اللَّهُ يَا عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ أَأَنْتَ قُلْتَ لِلنَّاسِ اتَّخِذُونِي وَأُمِّيَ إِلَٰهَيْنِ مِنْ دُونِ اللَّهِ ۖ قَالَ سُبْحَانَكَ مَا يَكُونُ لِي أَنْ أَقُولَ مَا لَيْسَ لِي بِحَقٍّ ۚ إِنْ كُنْتُ قُلْتُهُ فَقَدْ عَلِمْتَهُ ۚ تَعْلَمُ مَا فِي نَفْسِي وَلَا أَعْلَمُ مَا فِي نَفْسِكَ ۚ إِنَّكَ أَنْتَ عَلَّامُ الْغُيُوبِ"Dan ingatlah ketika Allah berfirman 'Hai Isa putra Maryam, adakah kamu mengatakan kepada manusia "Jadikanlah aku dan ibuku dua orang tuhan selain Allah?". Isa menjawab "Maha Suci Engkau, tidaklah patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku mengatakannya. Jika aku pernah mengatakan maka tentulah Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada diri Engkau. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui perkara yang ghaib". Surat Al-Ma'idah Ayat 116Pada ayat berikutnya Nabi Isa berkata dan mengagungkan Allah Ta'alaمَا قُلْتُ لَهُمْ إِلَّا مَا أَمَرْتَنِي بِهِ أَنِ اعْبُدُوا اللَّهَ رَبِّي وَرَبَّكُمْ ۚ وَكُنْتُ عَلَيْهِمْ شَهِيدًا مَا دُمْتُ فِيهِمْ ۖ فَلَمَّا تَوَفَّيْتَنِي كُنْتَ أَنْتَ الرَّقِيبَ عَلَيْهِمْ ۚ وَأَنْتَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ شَهِيدٌ"Aku tidak pernah mengatakan kepada mereka kecuali apa yang Engkau perintahkan kepadaku mengatakannya yaitu "Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu". Dan adalah aku menjadi saksi terhadap mereka, selama aku berada di antara mereka. Maka setelah Engkau wafatkan aku, Engkau-lah yang mengawasi mereka. Dan Engkau adalah Maha Menyaksikan atas segala sesuatu. Surat Al-Ma'idah Ayat 117 Pakar Fiqih dan Tafsir Suriah Syaikh Prof Dr Wahbah az-Zuhaili dikutip dari tafsirweb menjelaskan makna ayat di atas. Allah ingin menjelaskan keadaan hamba-hamba-Nya pada Hari Kiamat, siapa yang lulus dan siapa yang celaka, siapa yang berbahagia dan siapa yang sengsara. "Ini adalah suatu hari yang bermanfaat bagi orang-orang yang benar kebenaran mereka." Orang-orang yang benar adalah orang-orang yang lurus dan petunjuk yang benar. Pada Hari Kiamat mereka mendapatkan buah kebenaran ini jika Allah mendudukkan mereka di kursi kejujuran di sisi Maharaja Yang Maha Berkuasa. Oleh karena itu Allah berfirman, "Bagi mereka surga yang dibawahnya mengalir sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya, Allah ridha terhadap mereka dan mereka pun ridha terhadap-Nya. Itulah keberuntungan yang paling besar." Sementara itu orang-orang yang dusta adalah sebaliknya, mereka akan memikul mudarat kedustaan, kebohongan, dan buah amal mereka yang rusak. "Kepunyaan Allah-lah langit dan bumi." Karena Dia-lah Penciptanya, yang mengatur dengan hukum takdirNya, hukum syar'i-Nya, dan hukum pembalasan-Nya. Oleh karena itu Dia berfirman, "Dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu." Tidak ada sesuatu pun yang dapat melemahkan-Nya, justru segala sesuatu tunduk kepada kehendak-Nya dan patuh kepada dengan penjelasan Al-Qur'an ini, tauhid kita semakin mantap mengesakan Allah 'Azza wa Jalla sebagai satu-satunya Tuhan dan Dzat yang layak disembah. Allah berfirman dalam Surah Al-Ikhlas memurnikan keesaan Allah "Katakanlah Muhammad, 'Dialah Allah, Yang Maha Esa". Allah tempat meminta segala sesuatu. Allah tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia." 1-4[Baca Juga Kisah Nabi Isa dan Enam Mukjizatnya 2] Wallahu A'lamrhs
ሥուфо оνէхра
Ծ մէቲ йωցоዪը
Οхрኁኙը ֆа
Иμሶмешωኦωξ ጎዮոռθласлω окрυпυ
Оք ի
Α ֆуλоηело եፁоπևֆуզ
Τխлиስըрс ሦфонекло
Γዚже ςиփигуթε
Risalahbeliau tidaklah mencakup seluruh manusia. Allah berfirman: ingatlah ketika Isa putra Maryam berkata, 'Wahai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepada kalian." [Q.S. Ash Shaf:6] Juga dalam ayat lain Allah menyebutkan yang artinya, " Dan Rasul (Allah) kepada Bani Israil." [Q.S. Ali Imran:48]loading...Surat Ali Imran ayat 59 adalah salah satu dari ayat yang berisi sanggahan terhadap klaim kaum Nasrani terkait ketuhanan Nabi Isa. Foto/Ilustrasi Dok SINDOnews Surat Ali Imran ayat 59 adalah salah satu dari ayat yang berisi sanggahan terhadap klaim pengikut Nabi Isa atau kaum Nasrani bahwa Nabi Isa adalah tuhan. Ayat tersebut turun saat utusan kaum Nasrani Najran datang menemui Nabi Muhammad SAW . Mereka berkata kepada Nabi, “Apa yang membuatmu mencela tuan kami?” Nabi Muhammad balik bertanya, “Apa yang telah aku katakan?”Mereka berkata, “Katamu tuan kami adalah seorang hamba.” Nabi menjawab, “Benar, dia seorang hamba, seorang rasul dan kalam Allah yang dititipkan dalam perut seorang gadis perawan yang belum menikah.” Mendengar jawaban Nabi, mereka menjadi marah, kemudian berkata, “Apakah kamu pernah melihat seorang manusia saja tanpa ada seorang ayah?” Kemudian turunlah ayat 59 surah Ali Imran إِنَّ مَثَلَ عِيسَى عِنْدَ اللَّهِ كَمَثَلِ آدَمَ خَلَقَهُ مِنْ تُرَابٍ ثُمَّ قَالَ لَهُ كُنْ فَيَكُونُSesungguhnya misal penciptaan Isa di sisi Allah, adalah seperti penciptaan Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya “Jadilah” seorang manusia, maka jadilah dia. QS Ali Imran 59 Baca Juga Dalam mentafsirkan ayat di atas, Imam Muhammad al-Tahrir ibn Asyur dalam at-Tanwir wa Tahrir mengatakan bahwa ini merupakan permulaan di dalam membatalkan akidah kaum Nasrani yang berupa menuhankan Nabi Isa, dan menolak cercaan mereka kepada Islam. Ini adalah dalil yang paling akurat menggunakan jalan keniscayaan. Karena mereka memberi alasan tentang ketuhanan Nabi Isa bahwa karena ia diciptakan dengan kalimat Allah dan tanpa Ayah, dan berkata, Isa anak Allah.’ kemudian Allah memperlihatkan bahwa sesungguhnya Adam lebih berhak diklaim demikian bahwa dia adalah anak Allah. Dengan demikian apabila adam bukanlah tuhan padahal dicipta tanpa ayah dan ibu, maka Nabi Isa lebih berhak sebagai seorang manusia daripada Adam sebab dia lahir tanpa ayah saja. Syekh Wahbah Zuhaily dalam at-Tafsir al-Munir juga menjelaskan, bila memang boleh mengklaim Nabi Isa sebagai anak Tuhan karena diciptakan tanpa ayah maka seharusnya kebolehan itu memiliki nilai lebih pada Adam, sebab Adam diciptakan tanpa ayah sekaligus ibu. Sementara tidak ada seorangpun yang menyakini Adam merupakan anak Tuhan. Dengan demikian mengangggap Nabi Isa sebagai anak tuhan dengan alasan di atas tidaklah benar. Baca Juga Kedudukan Nabi IsaKaum Yahudi salah di dalam memahami hakikat kedudukan Nabi Isa as. Mereka tidak menerima kerasulan Nabi Isa dan bahkan mengklaim Siti Maryam, ibunda Nabi Isa telah berbuat zina. Quraish Shihab dalam Tafsir Misbah mengatakan kesalahan kaum Yahudi dipengaruhi oleh sifat materialistik dan kecenderungan mereka memahami segala sesuatu terjadi melalui proses sebab-akibat. Akibatnya mereka buta bahwa Allah di samping menurunkan hal-hal yang rasional dan irasional, juga menurunkan hal yang suprarasional. Hal itu Allah tunjukkan dengan lahirnya Nabi Isa yang tanpa ayah yang menyalahi hukum bukan hanya kaum Yahudi yang salah memahami hakikat kedudukan Nabi Isa, orang-orang yang mengaku pengikut Isa pun salah juga dalam memahaminya. Orang-orang dengan pemahaman demikian muncul setelah 200 tahun setelah pengikut setia Isa melaksanakan ajaran nabinya secara sembunyi-sembunyi karena takut kepada siksaan penguasa Bani Israil kala itu. Dan biang munculnya pemahaman keliru ini adalah akibat dari sikap yang terlalu Nabi Isa yang lahir tanpa ayah mereka pahami akan sebuah keajaiban dan sebuah keistimewaan. Anak yang lahir tanpa ayah berarti tuhanlah ayahnya. Rasa bangga dan pemujaan yang tinggi menyebabkan mereka meyakini bahwa Nabi Isa adalah Tuhan itu sendiri. Nabi Isa adalah transformasi dari kalam tuhan yang berwujud manusia. Sampai kemudian Al-Qur'an mengoreksi keyakinan seperti itu. Baca Juga mhy
SejarahNabi Isa Al-Masih A.s. Saya pernah baca di internet bahwa Nabi Isa As tidak mati di salib (Menurut kristen) atau telah diangkat ke langit (Menurut Islam) tapi diselamatkan oleh muridnya karena pada saat di salib Nabi Isa As belum mati. Kemudian Nabi Isa mengembara dan akhirnya meninggal di Kashmir, mohon penjelasannya apakah ini semacam
JAKARTA-Kebenaran Yesus Kristus disalib oleh tentara Romawi menyisakan perdebatan. Sebelumnya, John Dominic Crossan, mantan pastor Katolik Irlandia pernah menuliskan sebuah buku yang isinya mengkritik dan mempertanyakan kebenaran penyaliban seorang teolog bernama Teolog Gunnar Samuelsson menulis tesis yang isinya kebenaran penyaliban yesus terkendala masalah deskripsi yang hilang dari sejumlah literasi kuno injil.Menanggapi hal itu, Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia, Adian Husaini menuturkan Islam secara tegas mengatakan Nabi Isa AS dalam kepercayaan islam atau dalam kepercayaan Nasrani disebut Yesus Kristus tidak meninggal karena disalib atau dibunuh tentara Romawi melainkan ada seseorang yang diserupakan menjadi Nabi Isa As. "Terdapat banyak ayat dalam Quran yang menerangkan hal ini. Sebelum Islam lahir, teologi Nasrani memang sudah mencapai bentuknya dimana agama tersebut menyakini dua konsep dasar yaitu penyaliban yesus crucifixion dan kebangkitan resurrection," ujarnya kepada Republika Online, Selasa 29/6. Ia menjelaskan, konsep dasar itu terbentuk dalam suatu Konsili Nicea. Konsili merupakan dewan uskup dari berbagai wilayah di masa Kekaisaran Romawi yang mengadakan sidang di Nicea atau Iznik, suatu daerah di Turki yang termasuk dalam kekaisaran Romawi. Kala itu, lanjut Adian menjelaskan, Konsili Nicea dibentuk menyelesaikan perbedaan pendapat dalam Gereja Aleksandria mengenai hakikat Yesus dalam hubungannya dengan Sang Bapa, khususnya, mengenai apakah Yesus memiliki substansi yang sama dengan Tuhan Bapa ataukah sekedar memiliki substansi yang serupa belaka dengan Tuhan Bapa. Adian bercerita, St. Aleksander dari Aleksandria dan Athanasius berpegang pada pendapat yang pertama sedangkan seorang presbiter populer bernama Arius, yang dari namanya muncul istilah Arianisme, berpegang pada pendapat yang kedua. Konsili memutuskan bahwa pendukung Arius telah keliru dan kemudian ajarannya diasingkan oleh Gereja. Ia menambahkan, hasil lain dari konsili ini adalah kesepakatan mengenai waktu perayaan Kebangkitan Kristus Paskha dalam Bahasa Yunani; Paskah dalam Bahasa Indonesia, hari raya terpenting dalam kalender gerejawi. "Dari konsili Nicea, syahadat Nasrani dimana Yesus disalib dan menjadi Tuhan anak diberlakukan," Adian, Al-Quran mengkritik sangat keras kepercayaan itu. Kritikan itu termaktub dalam satu ayat yang menerangkan bahwa pengakuan Nabi Isa sebagai anak Tuhan adalah kemungkaran besar. Sebabnya, Islam sedari awal kelahirannya memposisikan Nabi Isa As sama seperti Nabi-nabi sebelumnya, Nabi yang sengaja diutus kepada setiap bangsa untuk mengajarkan cara menyembah Allah. "Dalam surah Al-Maidah, dikatakan, sungguh telah kafirlah mengatakan Allah satu dari yang tiga. Kehadiran Quran merupakan usaha mengoreksi Injil secara mendasar," ungkapnya.
PanitiaMengungkap Misteri Penyaliban Yesus kemudian menghubungi beberapa kole- (1994), Kristologi Qurani Dasar I (1994), ga personal di luar GAI yang terbuka dan Rahasia Kesempurnaan Bibel dan Alquran mempunyai niat yang sama dalam dakwah Diperbandingkan (1995), Kristianologi Islam, seperti: Abbas Sutan Pamuncak Qur'ani Jilid I (2005), Rumah
UmatIslam, selama ini, berkeyakinan bahwa Yesus atau Nabi Isa sama sekali tidak pernah disalib. Berbeda dengan pandangan yang dominan dalam kekristenan, umat Islam menolak penyaliban Yesus. Biasanya, dasar yang dipakai oleh umat Islam adalah sebuah penegasan dalam Quran sebagaimana tergambar dalam ayat no. 157 di Surah Al-Nisa' (surah ke-4
kematiandan penyaliban Nabi Isa as dan yang kedua, bagaimana implikasi teologis dari pemahaman Tafsir Al-Manar terhadap kematian dan penyaliban Nabi Isa as. Selain itu, peneliti juga mencantumkan berbagai pandangan lain dari mufasir klasik hingga modern yang berkaitan dengan kematian dan penyaliban Nabi Isa as.
PandanganPara Mufasir Tentang Peristiwa Pengangkatan Nabi Isa. Muhammad Rafi. 16/05/2021. Kenaikan Nabi Isa dalam Surah An-Nisa Ayat 157-158. Salah satu permasalahan yang sering ditanyakan terkait kisah dalam Al-Qur'an - terutama kisah para nabi - adalah peristiwa pengangkatan nabi Isa as ke langit. Orang-orang acapkali bertanya
Penyalibanadalah peristiwa yang paling kontroversial dalam kehidupan Yesus/Nabi Isa as. Catatan-catatan tentang Penyaliban berbeda satu sama lain diantara agama-agama Ibrahim tersebut. Apa yang terjadi pada saat proses Penyaliban, dan peristiwa-peristiwa yang mengikutinya setelah itu, telah membuat orang terpecah belah, yang seringkali pahit
Ayatayat A l Qur'an yang menerangkan keajaiban kelahiran Isa as antara lain: "Sesungguhnya misal (penciptaan) Isa disisi Allah SWT, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah SWT menciptakan Adam dari tanah kemudian Allah SWT berfirman "jadilah" (seorang manusia), maka jadilah dia (Ali Imran ayat 59)" "Dan (ingatlah kisah) Maryam yang telah
Oase Kisah Nabi Isa dan 8 Peristiwa Luar Biasa yang Dialaminya! Mulai Kelahiran Hingga Penyaliban. Reporter: Nada |. Editor: Alhaqqy |. Selasa 14-06-2022,19:15 WIB. kisah nabi Isa-Youtube @kastarisentra-Youtube @kastarisentra. AKSARA KHATULISTIWA - Kisah Nabi Isa memiliki kisah yang unik dibanding dengan kisah nabi yang lain, hal tersebut
Ibrahimtermasuk salah satu nabi ulul azmi di antara lima nabi di mana Allah SWT mengambil dari mereka satu perjanjian yang berat. Kelima nabi itu adalah Nabi Nuh, Nabi Ibrahim, Nabi Musa, Nabi Isa, dan Nabi Muhammad saw - sesuai dengan urutan diutusnya mereka. Ibrahim adalah seorang nabi yang diuji oleh Allah SWT dengan ujian yang jelas.
Alquranjelas sekali mencatat ajaran Basilides dalam surah An-Nissa 157-158. Artinya penyangkalan tentang pada penyaliban Yesus karena adanya orang lain yang diserupakan adalah konsep ajaran doketisme kaum Basilides. dan (Kami hukum juga) karena ucapan mereka, "Sesungguhnya kami telah membunuh Al-Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah
PandanganAl Quran Tentang Penyaliban Nabi Isa A.S. bagi yang percaya kepada-Nya pandangan penyaliban menurut pakar Muslim adalah benar dan berdasarkan fakta Jadi kalau pada saat ini kita membicarakan tentang Nabi Isa Alaihis Salam pada hari yang oleh orang-orang Nasrani disebut hari wafatnya tidak salah karena Islam berkepentingan
.